Tacil Natalin, Milih dan Gemas Pilih Dalam Upaya Penanganan Sampah di Kabupaten Natuna

Warta DLH

DLH Natuna gelar rapat dalam upaya penanganan sampah di Kabupaten Natuna pada Kamis, 25 Juni 2020 yang mengundang 3 Lurah, Bank Sampah dan dihadiri Kepala SD/SLTA, Tim Adiwiyata, Forum Anak Natuna serta Mapala STAI Natuna. Pada kesempatan tersebut Kepala DLH, Boy Wijanarko Varianto, SE memaparkan strategi upaya penanganan sampah di Kabupaten Natuna di mulai dari Sekolah dan Masyarakat melalui 3 program unggulan yakni :

1. Program “Tacil Natalin”

Program Tacil Natalin (Tangan kecil Menata Lingkungan) merupakan program pendekatan pelajar siswa/siswi Sekolah Dasar untuk peduli lingkungan secara dini dimana sampah botol plastik dirumah akan dipilah kemudian dijual ke Bank Sampah sehingga bernilai ekonomis untuk mereka.

2. Program “Milih”

Program Milih (Milenial Peduli Sampah) merupakan program untuk pendekatan ke pelajar siswa/siswi SLTA dan Sederajat agar lebih mencintai lingkungan.

3. Program “Gemas Pilih”

Program Gemas Pilih (Gerakan Masyarakat Peduli Sampah) program untuk pendekatan ke masyarakat.

Dalam upaya pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup telah bekerjasama dengan pihak Bank Syariah Mandiri (MoU) yaitu dengan membuka rekening khusus untuk pembayaran hasil penjualan botol plastik dan juga dari pihak Bank Sampah yang diwakili Ferdinand Banjarnahor, SH yang telah bersedia sebagai pembeli sehingga botol plastik itu bernilai ekonomis. Di Kabupaten Natuna sendiri khususnya di wilayah Bunguran Besar meliputi Kecamatan Bunguran Timur yang terdiri dari 4 (empat) Kelurahan yaitu : Kelurahan Ranai Kota, Kelurahan Bandarsyah, Kelurahan Ranai Darat dan Keluarahan Batu Hitam sampah yang dihasilkan setiap harinya berjumlah 14-15 Ton perhari rata setahun 168 Ton.

Pada kesempatan itu Kepala DLH mengatakan bahwa ada sekitar 1 ton sampah kiriman dari luar negeri yang banyak terdampar di pesisir pantai Natuna. Pada kesempatan itu juga, Kabid PSLB3 Afriyudi, ST menambahkan “pada saat ini kita telah mengalami krisis moral terhadap lingkungan dimana ada penurunan kepedulian terhadap lingkungan bila dibandingkan dimasa kecil saya, bahkan ada beberapa kecamatan yang 80% penduduknya bermukim diatas permukaan laut, sehingga besar potensi membuang sampah langsung ke laut”, ungkapnya.

Adapun tujuan Jangka Pendek program ini yaitu tersusunnya rencana kerja untuk penyusunan dokumen penanganan limbah plastik dimulai dari sekolah dan masyarakat, tujuan Jangan Menengah yaitu terbentuknya kelompok/komunitas di sekolah dan masyarakat dalam penanganan limbah plastik, dan tujuan Jangka Panjang yaitu terwujudnya pengelolahan dan penanganan limbah plastik yang terintegritas dalam mewujudkan kawasan/kampung pro klim (kampung iklim) dan Kota Bersih (Adipura). Dan manfaat dari program ini adalah Manfaat bagi Daerah adalah adanya regulasi dan dukungan dari sekolah dan masyarakat didalam penanganan limbah plastik guna medukung target nasional untuk pengurangan dan penguraian limbah plastik dimana Indonesia termasuk penyumbang limbah plastik terbesar ke-2 (dua) setelah Tiongkok/Cina dan tentunya dapat mengurangi dan terurainya limbah plastik di Kabupaten Natuna khususnya. (Edy S.)